Learning Journal


Apa itu Jurnal Belajar?

Jurnal belajar, sebagai istilah yang diterjemahkan dari learning journal yakni merupakan dokumen yang secara terus-menerus bertambah dan berkembang. Biasanya ditulis oleh pembelajar, sebagai rekaman terhadap perkembangan materi yang sedang dipelajari. Sebenarnya, bisa saja terdapat beberapa jurnal sesuai dengan mata pelajaran yang diikuti atau bahkan ada jurnal yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Sekarang ini yang banyak berkembang adalah jurnal belajar secara online, di mana peserta didik dapat melakukan dialog (seperti dalam bentuk forum), bahkan peserta dididik dari sekolah lain pun boleh ikut bergabung (nimbrung).

Jurnal belajar bukan:

  • Ringkasan materi pembelajaran, tetapi lebih fokus pada refleksi siswa terhadap apa yang telah dibaca atau yang sedang  dipelajari
  • Katalog belajar, karena dalam katalog belajar biasanya ditulis waktu dan  tanggal mengajar atau dipelajari. Suatu katalog merupakan rekaman peristiwa, akan tetapi jurnal belajar merupakan rekaman refleksi dan hasil pengamatan dan pemikiran siswa.

Apa Keuntungan dari Jurnal belajar?

Siapa yang paling diuntungkan kalau Jurnal belajar diterbitkan? Tentu peserta didik. Kenyataan menunjukkan, bahwa jika siswa memelihara rekaman tentang apa yang diajarkan dan bagaimana materi itu diajarkan, ini merupakan penunjang untuk tetap mengingatnya di dalam kepala, ada pepatah orang tua yang mengatakan ”sebenarnya siswa belum tahu apa-apa sampai siswa tersebut dapat menuliskannya” dan beberapa hasil penelitian telah membukti bahwa ungkapan tersebut benar. Mengatakan apa yang telah diajarkan, siswa dapat menelusuri apa saja kemajuan yang telah didapatkan atau dilakukan. Ini juga berarti siswa mulai mencatat perbedaan di antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tentang mengajar.

Siapa Penulis Jurnal belajar?

Seratus tahun yang lalu, pendidikan jarak jauh belum ada dan buku teks masih sangat mahal harganya. Ketika itu, mahasiswa harus menuliskan apa yang telah dipelajari pada buku catatan. Isi catatan kuliah tersebut adalah ringkasan dari  materi yang telah dipelajari. Yang menjadi fokus peserta adalah mereka harus menulis dan memutuskan sendiri apa yang akan ditulis. Pada saat ini tidak dibutuhkan catatan kuliah karena materi kuliah dapat diakses secara online, karena bahan kuliah, yang lebih lengkap dari catatan itu sudah ada di website. Harga buku teks pun sudah relatif murah dan karena kuliah dilaksanakan secara online berarti  siswanya harus mampu mengupload bahannya ke internet (web). Jadi dalam arti seperti pengganti  catatan kuliah, siswa hendaknya menggunakan Jurnal belajar. Penekanannya memang berbeda tetapi tujuannya sama, yaitu membantu memaknai apa yang telah dipelajari peserta didik pada saat siswa mengajar.

Isi Jurnal belajar dapat meliputi:

  • Butir-butir yang ditemukan, khususnya materi yang menarik dari yang dibaca siswa dan tertarik untuk ditindaklanjuti lebih detail;
  • Pertanyaan yang muncul di benak siswa yang berkaitan dengan materi yang dibaca pada topik tertentu (bahan ajar);
  • Setelah pembelajaran di kelas berlangsung (segera setelahnya, jika memungkinkan) adalah merupakan waktu yang paling tepat untuk membuat catatan untuk me-reinforce (mendorong dengan sekuat tenaga) hasil belajar siswa  dengan mencoba mengingat apa inti yang telah diajarkan. Berpikir apa yang menjadi poin utama yang baru bagi siswa dari materi yang diajarkan hari ini. Siswa diminta oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah untuk menuliskan hal tersebut tanpa melihat RPP, kemudian membandingkan dengan RPP, sekadar untuk menyakinkan apakah poin yang kita buat tersebut akurat;
  • Catatan tersebut dapat diambil dari materi lain yang dibaca, yang dikutip dari buku atau materi  yang berkaitan, seperti artikel dalam surat kabar;
  • Catatan apa saja yang berkaitan dengan pokok bahasan, komentar siswa dalam bentuk satu atau dua kalimat terhadap pokok bahasan artikel yang ditemukan/dibaca yang berkaitan dengan materi pengajaran;
  • Refleksi siswa terhadap materi dan kaitannya dengan kebutuhan siswa tersebut pada saat mengajar;
  • Bagaimana guru mengajarkan materi tersebut dan dikaitkan dengan apa yang diajarkan dengan cara yang berbeda;
  • Pemikiran siswa yang belum sepenuhnya terwujud tetapi siswa harus merumuskan kembali. Ini bisa meliputi perasaan siswa tentang materi dan perkembangan dan teori yang dikembangkan dalam pikiran siswa tersebut.

Setiap guru diwajibkan mengirimkan bahan (naskah) untuk Jurnal belajar, hendaknya  memikirkan kembali apa saja yang telah dilakukan pada saat mengajar, dimulai dari kegiatan awal hingga kegiatan  akhir. Sumber belajar apa saja yang paling banyak diakses oleh guru? Mana yang yang paling sedikit diajarkan? Dan mengapa demikian? Apakah materi tersebut sudah diketahui siswa-siswa sebelumnya? Hal-hal seperti itulah yang hendaknya dituliskan oleh siswa walaupun hanya satu atau dua paragrap satu minggu, kemudian dikumpulkan dan dirangkum untuk dikirimkan atau dimuat di Jurnal belajar.

Bagaimana Bentuk Jurnal belajar?

Bagaimana bentuk Jurnal belajar? Kalau kepala sekolah atau pengawas sekolah bertanya kepada siswa, kemungkinan ada siswa yang menyarankan, sebaiknya diketik menggunakan komputer akan tetapi ada juga yang menyarankan ditulis tangan saja. Tentu saja tergantung kebutuhan dan fasilitas pendukung yang tersedia. Jurnal belajar dapat diterbitkan dalam beberapa bentuk alternatif pilihan:

  • Jurnal belajar bisa dalam ukuran yang kecil, sebesar  block notes atau setengah ukuran kertas A4, atau sebesar kertas A4. Hal ini tergantung pada ketersediaan naskah. Kalau semua guru anggota KKG atau MGMP, begitu ada pemikiran tentang materi langsung ditulis dalam lembar kertas yang terpisah, kemudian kertas tersebut disusun dan diurutkan berdasarkan poin yang telah diajarkan, apa yang masih perlu diajarkan, pertanyaan peserta didik kepada pengajar dan lain sebagainya ditulis untuk dimuat di jurnal, maka tidak akan kekurangan naskah;
  • Kemudian berdasarkan catatan kecil tadi oleh guru tersebut diuraikan kedalam tulisan (diketik atau ditulis tangan) dan ini akan menjadi catatan penting bagi penulis sebagai buku referensi setelah pembelajaran itu selesai;
  • Jika lebih suka langsung menulis di laptop atau komputer, kemudian dicetak, setiap halaman dibundel/dijilid, sebagai rekaman permanen perkembangan pembelajaran dan hasil belajar siswa;
  • Jika lebih suka membaca dari layar komputer, akan tetapi disarankan tetap membuat  print outnya untuk menjaga pengelola jurnal mengalami kesulitan untuk membuka file yang dibuat oleh siswa pengirim naskah tersebut (terjadi gangguan sehingga tidak dapat dibaca).

Bentuk yang mana pun yang akan dipilih, yang penting bahwa hasil tulisan siswa tersebut setiap bulan harus dikirim lewat email ke redaksi Jurnal belajar (diharapkan).

Sumber: BBM KKG Bermutu 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s